Rabu, 11 April 2012

MAKALAH AKHWAT


BAB I
PENDAHULUAN

Assalamualaikum wr.wb….

Mungkin banyak dari kita yang sering mengenal istilah akhwat haroki namun apa sebenarnya yang dimaksud dengan akhwat haroki? Akhwat haroki terdiri dari dua kata yaitu akhwat dan haroki, akhwat seperti yang kita tahu memiliki arti sebagai seorang wanita islam atau sebutan bagi seorang aktivis dakwah, sedangkan haroki adalah pergerakan. Jadi istilah akhwat haroki adalah wanita sebagat aktivis pergerakan
Kalau ingin lebih mengetahui apa yang dimaksud dengan akhwat haroki ini dapat kita lihat dan pahami dari makalah ini. makalah ini akan membahas mengenai apa yang dimaksud akhwat haroki, bagaimana pergerakannya dan bagaimana ciri-ciri seorang akhwat haroki. Dengan mengetahui bagaimana akhwat haroki yang sebenarnya diharapkan kita dapat menjadi seorang aktivis dakwah yang terorganisir dan tersistem agar kita dapat lebih mengetahui apa yang akan kita lakukan selanjutnya. Agar tujuan kita terlihat dengan jelas dan dapat lebih mudah tercapat.
Terima kasih penulis ucapkan kepada panitia dan instruktur yang telah merekomendasikan penulis sebagai peserta dalam acara daurah marhalah ini, mudah-mudahan penulis dapat mengikuti acara dengan baik dan semoga acara ini menjadi lompatan untuk penulis agar dapat menjadi akhwat yang lebih tangguh dan menjadi yang lebih baik lagi. Makalah ini penulis persembahkan bagi kita semua akhwat-akhwat tangguh yang ingin memperbaiki diri dan menjadi tauladan yang baik bagi orang-orang disekelilingnya.



BAB II
ISI
Seperti yang telah diuraikan didalam pendahuluan tentang pengertian akhwat haroki yaitu akhwat pergerakan. Lantas seperti apa yang dimaksud dengan akhwat pergerakan? Apakah hanya akhwat yang selalu keluyuran keluar rumah dan tidak memperhatikan keluarga ataukah akhwat yang diam dan menyendiri terus dirumah dan tidak ingin memberikan kontribusi banyak bagi ummat?
Sebenarnya dari kedua pernyataan tersebut tidak ada yang pas dan cocok. Yang cocok adalah dengan menggabungkan kedua pernyataan diatas yaitu yang pantas disebut akhwat haroki adalah seorang akhwat yang perduli dengan keluarga dan perduli dengan keperluan umat. Namun apakah ada akhwat seperti itu? Seperti yang kita ketahui No Body Perfect but kita bisa menuju kesempurnaan itu tentunya dengan selalu istiqomah di jalan allah dan ikhlas dengan segala ketentuannya. Marilah kita berdoa semoga kita termasuk akhwat yang istiqomah dijalannya.
Kemudian marilah kita cari tahu seperti akhwat haroki pada era modern seperti sekarang ini, banyak yang beragumentasi mengenai hal ini, karena pada zaman modern ini banyak akhwat yang bekerja, kemudian timbul pertanyaan apakah seorang akhwat yang bekerja tersebut dapat dikatakan akhwat haroki, mari kita perhatikan percakapan berikut ini:
Sitti says, “Assalamu’alaykum ini email tetangga,yang menurut ana bagus. sekalian menanggapi pernyataan yang beredar tentang akhwat 2008 yang sebagian besar wanita karier. tidak ada maksud menyudutkan siapapun,seperti salah seorang ukhti ‘01 bilang ke ana. jadi apapun seseorang yang jelas dia sudah punya planning sendiri (yatri??).dan yang jelas seorang wanita solehah, muslimah sejati, akhwat haroki, ga akan pernah menyia2kan amanah.“Eva, ” bagus tuh ukh tulisannya. jadi masukan juga buat akhwat kampus yang ingin tetap bekerja supaya bisa semakin profesional mengurus rumah tangganya. jika sudah berazzam untuk all out di rumah dan dunia kerja,insyaAllah antunna BISA!!!!! tp ana kagum dengan akhwat kampus yang memutuskan untuk all out mengurus rumahtangganya. mungkin kalo ada syair nasyid “istri cantik dan sholilhah” harus sedikit ditambahkan menjadi “istri cantikdan sholihah serta profesional” .Diah, ” Wah tema yang cukup “hangat” untuk diperbincangkan, mungkin beberapa temen masih inget perbincangan di CF dl, kl g salah kmaren ad diah, reni, hana, astri ma neng y… Wah seru, tapi ga ad titik temu, kitasemua mentok pada kondisi yang emang sama2 kuat, Di satu sisi secara fitrah kita emang pengen jadi ibu RT pure,biar bener2 bisa menerapkan konsep istri solehah tea geuning, tapi disisi lain ada pemikiran sekaligus pengalaman hidup seorang ummahat yang menjadi bahan pertimbangan untuk tetep bertahan menjadi seorang wanita karier, yaitu kondisi ketika sang istri pd akhirnya terpaksa berjuang sendiri membiayai kebutuhan hidup keluarga karena ditinggal “syahid” sang suami, bayangkan kl saat itu dia g biasa nyari ma’isyah jg, mungkin bingung yg bener2 bingung kali y… (eh tp ini cmn asumsi ane sih) Simalakama memang, mangkanya kita g dapet solusi waktu itu…… wah sekarang mencuat lagi nih..Tapi dipikir2 lucu juga ya ukhtie fillah kebanyakan dari kita emang kerja, entah sebagai selingan menunggu“pemimpi” hidup kita, atau emang tuntutan keinginan untuk membuktikan potensi diri?
                   Wallahu’alam smua orangmungkin punya alasan masing2.. Tapi terserah lah dengan semua alasan kita untuk berkarir, yang terpenting adalahmenemukan jawaban dari diskusi2 kita tentang ini, yaitu alasan paling kuat untuk kita ambil sebagai bahanpertimbangan memilih jalan hidup kita ke depannya, pure jadi ibu RT atooo.. disambi dengan karier.Eh enya, teh va kl diah g salah tangkep tulisan itu menekankan kita untuk kembali kepada fitrah muslimah sebagai seorang ibu rumah tangga deh, apa diah salah tangkep y..
 My Opinions: Sebelum ane tanggepin tulisan diatas (tmsk tulisan aslinya), ane harus mengatakan dengan jujur kalau sebelum memulai proses ane minta dengan jelas & tegas ke murabbi untuk akhwat yang1. stabil =mature 2. have a bright-clear life vision3. bisa masak. Ane minta seperti ini karena banyak pertimbangan dan diskusi panjang dengan murabbi. Pertanyaan pertama yang biasa diajukan ikhwan berkisar pada kerja/nggak & bisa masak/nggak. Hayo..ikhwan…jujur ajalah. Pendapat ane, afwan bagi yang g sepakat-i’m no offense, bisa masak adalah kriteria akhwat yang tau caramemenej RTnya. gak perlu masak sekelas chef di resto, biasa aja asal sehat bergizi. kalau memang selama di kampusgak pernah belajar cara ngurus RT, di rumah juga enggak, trus ngapain aja? Ane diskusi dg MB ttg manajemen RT,kurikulum pendidikan, tarbiyah istri bla…bla…dijawab singkat aja, kalau punya perhatian kesana pasti terlihat, dankalau baru blajar setelah nikah, ksian suaminya, ksian anaknya dapet ummi yang full experimental (biasa di lab seh).ndak bgitu penting sarjana ato nggak, toh gak bakal kepake di rumah smuanya, mau masang BTS di rumah? yangbener aja. RT membutuhkan hal yang lain sama sekali. yang sering dilupakan, meski dibahas panjang-lebarcerita2nya.Proses pembelajarannya memang panjang, manajemen RT-Kurikulum pendidikan anak-penghargaan thdprinsip2 syuro-hak&kewajiban RT bukan sesuatu yang bisa dipelajari secepat kilat saat mendapat panggilan ta’aruf.Stelah ane memulai proses, ane baru tau kalau ternyata banyak yang merasa ’siap’ tapi sebenarnya cuma ‘pengen’,tanpa pengetahuan memadai. afwan sekali lagi, cerita ini murni denger dari murabbi dan ‘a kind of’ lajnah munakahatdi kampus.More important rules, untuk kita para aktivis da’wah atau yang merasa demikian, LIFE VISION is one ofthe most important thing. mengapa banyak yang saat ditanya visi hidupnya, nunggu jawabnya kelamaan, atau
 Baru terpikir? kerja atau nggak? nggak penting banget pertanyaan ini ada yang lebih jujur, “untuk apa kerja?” ane fikir pernyataan ukh diah lebih jujur. Apa tujuan antum kerja? Sejauh mana VISI yang kita miliki mengarahkan pilihan2 hidup kita. jangan2 kita udah kerja sekian puluh tahun tanpa tahu tujuan kita mau kemana. Kalau tujuannya hanya sekedar cari duit, sepertinya ada pilihan yang lebih profitable. eksistensi diri? ini untuk org2 yang percaya dengan feminism dan-sorry- lack of self confident. Saat ikhwan dibebani keharusan mencari ma’isyah utk keluarga sehingga ruang2 da’wah profesi mengecil, bukankah akhwat yang notabene simbol riil dari da’wah bisa masuk ke ruang2 ini?
Antum ingin kerja sesuai bidang antum? go on! Tapi lakukan dengan VISI, keinginan untuk mewarnai ummatdengan warna Islami. bukan sekedar ’selingan’ menunggu ‘jemputan’. Dan kita lakukan ini dengan profesional, sampaike RT sekalipun. dan peghormatan thd prinsip syuro InsyaAllah akan menjadi prinsip penting dlm RT kita sebagaiaktivis da’wah, patokannya adalah kontribusi kita pada ummat bukan diri kita sendiri. Nafa’ni wa iyyakum.
        Setelah membaca cuplikan pembicaraan diatas, wah… ternyata luar biasa ya. Ternyata akhwat haroki sekarang memiliki banyak versi disebabkan semakin modernnya zaman, akhwat haroki pun menjadi modern selain menjadi akhwat haroki yang sholeha juga profesionall… subhanallah. Ana sendiri setuju tuh dengan statemen diatas yang menyatakan patokannya adalah kontribusi kita pada ummat bukan diri kita sendiri. Antuna sendiri gimana, setuju????  Pasti setuju ya.
        Baiklah kita telah membahas mengenai akhwat haroki modern lantas bagaimana cara akhwat haroki modern berpakaian ya.??? Apa sama seperti wanita modern lainnya? mari kita jawab pertanyaan ini dengan mengambil beberapa sumber.
Tentang kriteria pakaian muslimah yang sesuai syariat, sebagian ulama ada delapan kriteria:
1.    Longgar, lapang dan tidak ketat
2.    Tebal dan tidak transparan
3.    Model pakaian yang dipakai adalah model pakaian wanita, bukan model atau bentuk pakaian laki-laki
4.    Menutup badan secara sempurna sehingga tidak ada satupun bagian badan yang nampak
5.    Tidak diberi wewangian karena ketika keluar rumah seorang wanita dilarang untuk mengenakan wewangian
6.    Tidak menarik perhatian lawan jenis
7.     Bukan pakaian tampil beda yang menyebabkan orang yang memakainya menjadi kondang di masyarakat.
8.     Bukan model pakaian yang menjadi ciri khas wanita kafir sehingga dengan memakainya muslimah tersebut menyerupai wanita kafir.

Inilah kriteria yang harus dipenuhi ketika seorang muslimah hendak berpakaian dengan sempurna. Tentang warna, telah kalian ketahui warna yang terbaik. Namun jika memang ada warna lembut (tidak mencolok) selain hitam yang biasa dipakai oleh para wanita di masyarakat setempat sehingga jika ada seorang muslimah yang mengenakannya maka dia tidak menjadi nyleneh di masyarakatnya maka tidak terlarang selama warna pakaian tersebut tidak menarik perhatian lawan jenis. Sampai di sini penjelasan Syeikh Abdullah adz Dzimari.
Ternyata dari penjelasan diatas kita dapat menyimpulkan bahwa pakaian akhwat haroki yang dulu dengan yang sekarang masih sama  ya aturannya, jadi gak ada akhwat yang pakai pakaian terlalu modern sehingga melanggar batas aturan yang sudah ditetapkan ya. Lau mau tetap modis boleh yang penting tidak keluar dari batas syariat ya. Lagi pula lau kita pakai pakaian hitam semuanya dan orang-orang sekitar kita tidak terbiasa dengan itu, kita malah akan dijauhi dan akibatnya kita akan sulit menyampaikan amanat dakwah ini kan? Ana yakin kita semua pasti bisa menjadi akhwat haroki yang modern tapi masih sholeha dan professional.
Sepertinya sampai sini dulu ya penjabaran ana tentang akhwat haroki. Insya allah kalau ada kesempatan lagi ana akan membuat lagi makalah atau selebaran seputar dunia akhwat, dan jujur ana sendiri bangga menjadi seorang akhwat, ana yakin antum juga seperti itu kan? Pokoknya akhwar is the best.


BAB III
PENUTUP

Demikianlah makalah ini ana buat semoga dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya, jika rindu dengan ana, baca aja makalah ini ya.
Ana sudah tidak sabar ingin mengikuti pelatihan daurah marhalah ini, mudah-mudahan allah memudahkan langkah saya dalam mengikuti pelatihan ini. ainn..
Sampai jumpa lagi ya sahabat-sahabatku di dalam ukhuwa kita. Ana bahagia bisa berjuang bersama-sama antum, dan semoga allah menyatukan cinta kita kembali di dalam surganya.
Teima kasih atas kesempatan dan perhatiannya bagi yang membaca makalah ini ya. Dan doakan agar kita semua baik penulis maupun pembaca terus istiqomah dan berusaha menjadi akhwat haroki yang tidak hanya sholeh dan cantik namun juga profesionall…
                                                Aminn….
                                                Wassalamualaikum wr.wb

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar