Minggu, 02 November 2014

KEPEMIMPINAN



- Leadership, merupakan seni atau proses untuk mempengaruhi dan mengarahkan orang lain agar mereka mau berupaya mencapai tujuan yang akan dicapai oleh kelompok.
Proses dalam kepemimpinan meliputi tiga faktor yaitu ; pemimpin, pengikut,
dan situasi. Interaksi dari  ketiga faktor  tersebut  menghasilkan  prestasi  dan
 kepuasan.
-   Gaya kepemimpinan (leadership style)
Yang umum digunakan untuk mengarahkan dan mempengaruhi bawahan ada 2 yaitu:
1.     Orientasi pada pekerja (employee – oriented)
Dalam hal ini pemimpin berusaha untuk ;
·        Mendorong dan memotivasi bawahan,
·        Mengikut-sertakan bawahan mengambil keputusan.
Dengan demikian maka ;
·        Ada keakraban atasan/manajer/pemimpin dan bawahan,
·        Saling menghargai, dan
·        Saling percaya.
2.     Orientasi tugas (task oriented)
Dalam hal ini pemimpin berupaya untuk ;
·        Mengarahkan,
·        Mengawasi bawaha n.
Tujuannya agar pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan rencana.
-   Gaya kepemimpinan dengan dasar kekuasaan.
Gaya ini terbagi atas 3 yaitu ;
1.     Pemimpin yang Otokratis (Otocratic Leader)
Dalam hal ini pemimpin sebagai ;
·        Pemberi perintah yang dapat menuntut,
·        Keputusan ditangan pemimpin.
2.     Pemimpin yang Demokratis (Democratic Leader)
Dalam hal ini pemimpin tidak bisa melakukan kegiatan tanpa berkomunikasi dengan bawahan, artinya bawahan diikut - sertakan dan dimintakan pendapatnya sebelum mengusulkan kegiatan atau mengambil keputusan.
3.     Pemimpin yang Free rein (Free Rein Leader)
Dalam hal ini pemimpin ;
·        Sedikit menggunakan kekuasaan,
·        Memberi banyak kebebasan pada bawahan mengenai tugasnya,
·        Pemimpin sebagai fasilator melalui pemberian informasi,
·        Penghubung dengan kelompok lain.
-   Theory/Pendekatan-pendekatan tentang kepemimpinan.
Teori pendekatan tersebut antara lain ;
 1.  Pendekatan/Teori Sifat/ciri (Traits Theory)
Teori ini dimaksudkan un tuk menjelaskan ;
·              Aspek kepemimpinan yang percaya bahwa para pemimpin memiliki ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang menyebabkan mereka dapat memimpin bawahan/pengikutnya. Sifat-sifat ini mencakup: energik, pandangan yang luas, pengetahuan dan kecerdasan, imajinasi, kepercayaan diri,
kecerdasan, ketegasan, kemampuan berbicara, pengendalian dan keseimbangan mental maupun emosional, bentuk phisik, pergaulan sosial dan persahabatan, motivasi, antusias, dan sebagainya.
   2.  Pendekatan/Teori Perilaku (Behavior Theory)
Pendekatan perilaku tidak lagi mencoba untuk mencari jawaban sifat-sifat pemimpin, tetapi mencoba untuk menentukan apa yang dilakukan oleh para pemimpin ;
Artinya, dalam hal ini berupaya melihat ;
·        Perilaku spesifik yang membedakan pemimpin dan bukan pemimpin selanjutnya mencoba menentukan apa yang dilakukan pemimpin efektif ;
-               bagaimana mendelegasikan tugas,
-               berkomunikasi dengan dan memotivasi bawahan, dan
               -       bagaimana menjalankan tugas,
-               dan sebagainya.
Pendekatan perilaku menjelaskan orientasi atapun identifikasi pemimpin. Dimana aspek pertama pendekatan perilaku kepemimpinan menekankan pada fungsi-fungsi yang dilakukan pemimpin dalam kelompoknya. Agar kelompok berjalan dengan efektif, seseorang harus melaksanakan dua fungsi yaitu ;
a.     Fungsi-fungsi yang berhubungan dengan “tugas” atau pemecahan masalah, yang menyangkut pemberian saran penyelesaian masalah, informasi dan pendapat,
b.     Pemeliharaan kelompok atau sosial, yang mencakup segala sesuatu yang dapat membantu kelompok bekerja lebih lancar – persetujuan dengan kelompok lain, penengahan perbedaan pendapat, dan sebagainya.

Telaah-telaahnya:
1.     Motivasi McGroger,
2.     Sistem Manajemen dari Likert,
3.     Studi Ohio State, dan
4.     Kisi-kisi Manajerial.

 1.   Teori X dan teori Y dari McGroger.
          Strategi kepemimpinan efektif yang menggunakan manajemen partisipatif dikemukakan Douglas McGregor, dalam buku klasiknya, The Human Side of Enterprise. Buku ini mempunyai dampak besar pada para manajer, sehingga walaupun edisi pertamanya telah dipublikasikan lebih dari dua dekade, tetapi konsep-konsepnya masih dipelajari dalam program-program pengembangan manajemen saat ini. Konsep Mc Gregor yang paling terkenal adalah bahwa strategi kepemimpinan dipengaruhi anggapan-anggapan seorang pemimpin tentang sifat dasar manusia. Sebagai hasil pengalamannya menjadi konsultan MC Gregor menyimpulkan dua kumpulan anggapan yang saling berlawanan yang dibuat oleh para manajer dalam industri.
Anggapan-anggapan Teori X :
1.     Rata- rata pembawaan manusia malas atau tidak menyukai pekerjaan dan akan menghindarinya jika mungkin,     
2.     Karena karakteristik manusia tersebut, orang harus dipaksa, diawasi, diarahkan, atau diancam dengan hukuman agar mereka menjalankan tugas untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.
3.     Rata-rata manusia lebih menyukai diarahkan, ingin menghindari tanggung jawab, mempunyai ambisi relatif kecil dan menginginkan keamanan/jaminan hidup diatas segalanya.
Anggapan-anggapan Teori Y ;
1.     Penggunaan usaha phisik dan mental dalam bekerja adalah kodrat manusia, seperti bermain atau istirahat.
2.     Pengawasan dan ancaman hukuman eksternal bukanlah satu-satunya cara untuk mengarahkan usaha pencapaian tujuan organisasi. Orang akan melakukan pengendalian diri dan pengarahan diri untuk mencapai tujuan yang telah disetujuinya.
3.     Keterikatan pada tujuan merupakan fungsi dari penghargaan yang berhubungan dengan prestasi mereka.
4.     Rata-rata manusia, dalam kondisi yang layak, belajar tidak hanya untuk menerima tetapi mencari tanggung jawab.
5.     Ada kapasitas besar untuk melakukan imajinasi, kecerdikan dan kreatifitas dalam penyelesaian masalah-masalah organisasi yang secara luas tersebar pada seluruh karyawan.
6.     Potensi intelektual rata-rata manusia hanya digunakan sebagian saja dalam kondisi kehidupan industri moderen.
Seorang pemimpin yang menganut anggapan-anggapan  teori X,  akan
cenderung menyukai gaya kepemimpinan yang mengikuti teori Y akan lebih menyukai gaya kepemimpinan partisipatif atau demokratik.

-   Sistem Manajemen dari Likert
          Penelitian kepemimpinan ini dilakukan oleh Lembaga Penelitian Sosial pada University of Michigan. Rensis Likert dan para pembantunya telah melakukan studi penelitian dalam beberapa pekerjaan yang berada untuk melihat apakah prinsip-prinsip atau konsep-konsep kepemimpinan yang valid dapat ditemukan.
Pada dasarnya, mereka menemukan bahwa para penyelia yang mempraktekkan pengawasan/pengendalian umum dan berorientasi pada karyawan mempunyai semangat kerja yang lebih tinggi dan produktifitas yang lebih besar dari pada penyelia yang mempraktekkan pengawasan/ pengendalian tertutup dan berorientasi pada tugas/pekerjaan. Likert, dengan menggunakan dua kategori gaya dasar ini, orientasi karyawan dan orientasi tugas, menyusun suatu model empat tingkatan efektifitas manajemen.
 -  Sistem 1, Manajer membuat semua keputusan yang berhubungan dengan kerja dan memerintah para bawahan untuk melaksanakannya. Standar dan metoda pelaksanaan juga secara kaku ditetapkan oleh manajer.
-  Sistem 2, Manajer tetap menentukan perintah-perintah, tetapi memberi bawahan kebebasan untuk memberikan komentar terhadap perintah-perintah tersebut. Bawahan juga diberi berbagai fleksibilitas untuk melaksanakan tugas-tugas mereka dalam batas-batas dan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan.
-  Sistem 3, Manajer menetapkan tujuan-tujuan dan memberikan perintah-perintah setelah hal-hal itu didiskusikan terlebih dahulu dengan bawahan. Bawahan dapat membuat keputusan-keputusan mereka sendiri tentang cara pelaksanaan tugas. Penghargaan lebih digunakan untuk memotivasi bawahan dari pada ancaman/hukuman.
-   Sistem 4, adalah sistem yang paling ideal menurut Likert tentang cara bagaimana organisasi seharusnya berjalan. Tujuan-tujuan ditetapkan dan keputusan-keputusan kerja dibuat oleh kelompok. Bila manajer secara formal yang membuat keputusan, mereka melakukan setelah mempertimbangkan saran-saran dan pendapat-pendapat dari para anggota kelompok. Untuk memotivasi bawahan, manajer tidak hanya mempergunakan penghargaan ekonomis tetapi juga mencoba memberikan kepada bawahan perasaan dibutuhkan dan penting.
       Dalam kenyataannya, pemimpin yang lebih berorientasi pada bekerja dengan dan melalui karyawan dalam beberapa hal akan memberikan hasil-hasil yang lebih efektif. Ini tidak berarti pemimpin tersebut mengabaikan kebutuhan-kebutuhan produksi atau tugas dalam departemennya.

-   Studi Ohio State,
     Studi yang dilakukan di Universitas Ohio tentang perilaku pemimpin dan pengaruh gaya kepemimpinan terhadap prestasi kerja dan kepuasan kelompok mengidentifikasikan dua faktor kepemimpinan, yaitu pemrakarsa struktur dan pertimbangan.
 - Pemrakarsa struktur berkaitan dengan sejauhmana pemimpin mengorganisir dan menentukan tugas, membentuk jaringan komunikasi, dan menilai prestasi kelompok.  Pemrakarsa struktur analog dengan gaya kepemimpinan berorientasi tugas.
-    Pertimbangan pada perilaku pemimpin yang meliputi ; kepercayaan, saling menghargai, persahabatan dukungan, dan memperhatikan kesejahteraan pekerja.
       Gambar berikut memperlihatkan keberadaan gaya kepemimpinan pemimpin tersebut ;
 

``













Pertimbangan
(Orientasi Pekerja)
 







Struktur
Pemrakarsa
(Orientasi Tugas)
 

(Tinggi)
 




























Kuadran Kepemimpinan Ohio State
(Teori- Perilaku Kepemimpinan)

-   Kisi-kisi Manajerial,

       Kisi-kisi manajerial (manajerial grid) yang dikembangkan Blake dan  

Mouton juga berkenaan dengan orientasi manajer pada “tugas”(produksi)

dan pekerja (orang), serta kombinasi antara keduanya.

    Dalam hal ini terdapat lima gaya kepemimpinan dasar, yaitu ;

-   Manajer 1.1 yang menggambarkan manajer yang “turun tahta” perha-   

    tian yang rendah, baik pada pekerja maupun pada tugas. 

-   Manajer 1.9 merupakan kepemimpinan yang “santai”, serba mengizin

    kan, dengan tekanan pada pemeliharaan keuangan dan kepuasan peker

   ja, yang berarti perhatian pada pekerja tinggi tetapi perhatian pada tugas

   (produksi) rendah.

-  Manajer 5.5, disebut gaya “middle of – the – road management  atau  -

    organization man management)” yang memperhatikan, baik terhadap

    produksi maupun terhadap pekerja. Manajer tipe  ini  kadang-kadang  

    menggunakan pendekatan tawar-menawar implisit untuk menyelesaikan

    suatu pekerjaan.

-   Manajer 9.1, menggambarkan  sebagai seorang otokrat, pemegang tugas

     yang keras dengan karakteristik pengawasan yang tertutup. Manajemen

     tugas ini perhatian pada prodfuksi dan efisiensi tinggi tetapi pada peker

     ja rendah.

-   Manajer 9.9,  manajer tipe ini percaya bahwa saling memahami dan me

    nyetujui tentang apa  tujuan-tujuan organisasi – dan cara-cara pencapai

    annya adalah inti pengarahan kerja. Manajemen team atau “demokratis”

    ini memberikan perhatian penuh, baik pada produksi maupun semangat

    kerja dan kepuasan pekerja melalui pendekatan “partisipatif”.

             Tipe kepemimpinan ini adalah yang paling efektif, dan pendeka

katan ini hampir dalam semua situasi menghasilkan peningkatan presta -

si, tingkat absensi dan turn over yang rendah dan kepuasan pekerja yang

tinggi.

                      -   Gambar Kisi-kisi Manajerial  -

-   Pendekatan Situasional – “Contingency”
         Pendekatan kesifatan dan perilaku belum sepenuhnya dapat menjelaskan kepemimpinan. Disamping itu, sebagian besar penelitian masa kini menyimpulkan bahwa tidak ada satupun gaya kepemimpinan yang tepat bagi setiap manajer di bawah seluruh kondisi. Pendekatan situasional – contingency menggambarkan bahwa gaya yang digunakan adalah bergantung pada faktor-faktor seperti situasi, karyawan, tugas, organisasi dan variabel-variabel lingkungan lainnya. Teori-teori situasional yang terkenal antara lain adalah ;
1.                 Teori Situasi Fiedler,
2.                 Rangkaian kesatuan kepemimpinan (Schinidt dan Tanembaum),
3.                 Teori Siklus Kehidupan (Life Cycle),
4.                 Teori Akhir Tujuan,
5.                 Pertukaran pemimpin Anggota.

1. Teori Situasi Fidler :
          Yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok efektif bergantung pada padanan yang sesuai antara gaya interaksi pimpinan dengan bawahan serta sampai sejauh mana situasi memberikan kendali dan pengaruh pada pimpinan.
Instrumentnya :
LPC (least prefered cowoker)
          (Kuesioner rekan sekerja paling kurang disukai) yaitu suatu instrumen yang bermaksud mengukur apakah seseorang berorientasi tugas atau hubungan.
LPC 
 rendah maksudnya gaya yang keras dibutuhkan untuk mempertahankan produksi dan LPC yang rendah cenderung mengatur, mengendalikan tugas, dan kurang menghiraukan hubungan antar manusia dan pekerjaan.
LPC tinggi maksudnya ingin mempunyai hubungan perubah yang hangat dari/dengan rekan kerja dan LPC tinggi beranggapan hubungan erat dengan bawahan, penting untuk seluruh aktivitas.
2. Leadership – Continuum (Rangkaian kesatuan kepemimpinan).
Kumpulan “kekuatan” yang harus dipertimbangkan pimpinan seperti ;
a. Kekuatan dalam diri manajer/pimpinan antara lain :
·        Sistem nilai,
·        Kepercayaan pada bawahan,
·        Kecenderungan kepemimpinan sendiri, dan
·        Perasaan aman/tidak aman
b. Kekuatan dalam diri bawahan antara lain
·              Kebutuhan akan kebebasan,
·              Kebutuhan peningkatan tanggung jawab,
·              Ketertarikan dalam memiliki keahlian dan menangani masalah, dan
·              Harapan keterlibatan dalam pengambilan keputusan.
c. Kekuatan dari situasi, antara lain :
·        Tipe organisasi,
·        Efektifitas kelompok,
·        Desakan waktu, dan
·        Sifat masalah.

3. Teori Siklus Kehidupan
          Teori Siklus kehidupan merupakan strategi dan perilaku pemimpin harus situasional yang didasarkan pada dewasa atau tidaknya bawahan/pengikut
Pemahamannya :
a. Kedewasaaan : Sehubungan dengan hasil dari pendidikan dan pengalaman dengan kemampuan individu/kelompok untuk menetapkan tujuan tinggi dicapai.
b. Perilaku tugas dalam hal ini pemimpin cenderung mengorganisir dan menentukan peranan pengikut/bawahan, menjelaskan kegiatan dimulai sampai dengan selesai.
c. Perilaku hubungan : Yaitu yang berhubungan dengan pribadi pimpinan dengan individu atau kelompok dengan dukungan pimpinan serta komunikasi yang baik.
4. Teori Alur – Tujuan  
          Sehubungan dengan perilaku pemimpin untuk dapat diterima bawahan dalam hal sejauh mana bawahan dipandang sebagai suatu sumber dari atau kepuasan segera atau masa depan.
Pemimpin seharusnya bertindak ;
·              Motivasi,
·              Direktif,
·              Pendukung, 
·              Partisipatif, dan
·              Orientasi Prestasi.

5. Teori Pertukaran Pemimpin -Anggota
Pemimpin yang  menciptakan :
a. Kelompok dalam
b. Kelompok luar
Kelompok dalam, dimana bawahan mempunyai penilaian kerja :
·              Yang lebih tinggi
·              Turn over rendah, dan
·              Kepuasan lebih besar bersama atasan
Selanjutnya dengan adanya tekanan waktu, maka pemimpin membentuk/ membangun hubungan istimewa kelompok kecil dengan kelompok dalam. Hal istimewa yaitu dipercayai, serta perhatian yang proporsional dan bawahan lain merupakan kelompok luar.
*Syarat-syarat jika pemimpin ingin berhasil*
·        Pemimpin harus dipandang sebagai “salah seorang dari anggota kelompok” bukan orang luar kelompoknya.
·        Harus dipandang sebagai sebagian besar dari kelompoknya.
·        Harus dipandang sebag ai yang terbaik dari kelompoknya.
·        Harus sesuai dengan harapan pengikut/bawahannya.

* Hal-hal yang harus dilakukan jika ingin menjadi pemimpin yang efektif*
·        Mengenali diri sendiri
·        Mengenali situasi yang dihadapi
·        Memiliki gaya kepemimpinan yang sesuai dengan situasi
·        Memenuhi kebutuhan tugas
·        Memenuhi kebutuhan kelompok
·        Memenuhi kebutuhan individu.
* Kualitas Pemimpin,
 Kualitas pemimpin penilaiannya berkaitan dengan dua belas sifat yaitu ; te-
 gas,intgritas, antusias, imajinatif, rela bekerja keras, rela mengambil resiko, kemampuan analitis, memahami orang lain, mampu mengenali peluang, mampu menghadapi situasi yang tidak menyenangkan, adaptif dengan perubahan secara cepat, dan mempunyai kreativitas.
* Faktor- faktor  yang mempengaruhi keberhasilannya ;
     -    Mampu bekerja sama dengan orang lain,
·        Tanggung jawab untuk tugas-tugas penting yang diketahui lebih dahulu.
·        Kebutuhan mencapai hasil.
·        Pengalaman di awal karier.
·        Pengalaman luas dalam berbagai fungsi sebelum usia 35 tahun.
·        Kemampuan berhubungan dan berunding.
·        Rela mengambil resiko
·        Mampu mengeluarkan lebih banyak pendapat dibanding teman sekerja.
·         Memiliki bakat yang dikembangkan atasan langsung.
·         Mampu mengubah gaya kepemimpinan sesuai dengan situasi dan kondisi.

-  Wewenang (Authority)
          Merupakan hak untuk  melakukan sesuatu/tidak, atau memerintah orang lain untuk atau tidak melakukan sesuatu, agar tercapai tujuan. Authority adalah hasil delegasi dari posisi atasan kebawahan dalam suatu organisasi.
Sumbernya/dasar-dasarnya dengan 2 teori yaitu :
1.     Teori Formal (Klasik) merupakan wewenang anugrah/warisan atau dilimpahi. Wewenang berasal dari tingkat masyarakat yang lebih tinggi adalah hukum ketingkat-tingkat atau sumber tertinggi dari wewenang untuk organisasi adalah pemilik/pemegang saham.
2.     Teori Pemerimaan (Acceptance Theory) merupakan wewenang timbul hanya jika diterima kelompok atau individu, kepada siapa wewenang dilakukan.
 Kuncinya bukan pada yang mempengaruhi tetapi pada yang dipengaruhi/yang menerima.
Wewenang dapat diterima atau ditolak penerima (memutuskan).
Kesediaan menerima komunikasi bersifat kewenangan karena :
1.     Seseorang memahami komunikasi tersebut,
2.     Saat keputusannya dibuat orang percaya hal itu tidak menyimpang dari tujuan organisasi,
3.     Seseorang yakin hal atau tidak bertentangan dengan kepentingan pribadinya sebagai suatu keseluruhan, dan
4.     Seseorang mampu secara mental dan phisik untuk mengikatnya
Kondisi kerjasama dimana ada penerimaan wewenang (zone of indefference “atau” area of acceptance).
 hak yang bersumber pada :
§                              Kekuasaan sah
§                             Kekuasaan imbalan
§                             Kekuasaan paksaan
§                             Kekuasaan panutan
§                             Kekuasaan informasi
§                             Kekuasaan keahlian
- Pendelegasian Wewenang (Delegation of Authority)
Delegation of Authority merupakan proses dimana manajer mengalokasikan wewenang kebawah kepada orang yang melapor kepadanya.
Alasannya :
1.     Memungkinkan manajer dapat mencapai lebih dari pada, tugas ditinjau sendiri, dan bawahan dimungkinkan untuk tumbuh dan berkembang.
2.     Manajer mempunyai “span of knoledge” dalam membuat keputusan.

Kegagalan Pendelegasian
1.     Manajer merasa lebih dalam mempertahankan hak dan pengambilan keputusan.
2.     Manajer tidak bersedia berisiko jika bawahan melaksanakan wewenang salah/gagal.
3.     Kurang percaya kemampuan bawahan.
4.     Tidak menyenangi bawahan yang berhak atas pengambilan/ pembuatan keputusan yang luas.
5.     Takut posisi manajer terancam atau
6.     Tidak berkemampuan manajerial untuk mendelegasikan tugasnya.

Kamis, 16 Oktober 2014

Menjaga Hati, Menjaga Lisan, Menjaga Kehormatan

Seorang Muslimah yang sejati adalah Muslimah yang selalu bersabar, ditengah gencarkan ujian, Muslimah yang sejati adalah seorang Muslimah yang Halus walaupun Dunianya Kasar, Seorang Muslimah Sejati adalah Yang Indah di Hati dan Anggun di perbuatan, Muslimah Sejati adalah Wanita yang penuh dengan Cinta dan Kasih Sayang...

Mendengar Seorang Muslimah Berbicara akan menyejukkan Kalbu... Melihat Muslimah berjalan akan Menenangkan hati, Berteman dan Bersahabat dengan Seorang Muslimah akan Menambah Keimanan... Karena setiap langkah, gerak, ucapan dan prilaku seorang muslimah adalah cerminan dari ibadah dan kesehariannya... sehingga apapun yang ia katakan, apapun yang ia lakukan.. akan bernilai ibadah dan indah terlihat.. kita akan mudah mencintainya.. karena allah juga mencintai Muslimah Sejati tersebut...

Selasa, 14 Oktober 2014

Assalamualaikum wr.wb

Perjalanan panjang dalam kehidupan mengajarkan kita banyak hal, alhamdulillah sekarang allah sedang mengamanahkan kepada saya untuk mendidik dan mengarahkan anak bangsa agar dapat menjadi anak yang dibanggakan buat agama dan negara.. Saya sekarang berprofesi sebagai dosen di salah satu universitas di Medan, beberapa hari yang lalu saya baru saja datang ke rumah mahasiswa saya yang sudah seminggu tidak datang kuliah.

Sesampainya disana, saya berjumpa dengan ibu dan mahasiswa saya tersebut, kemudian saat saya tanya kenapa sudah beberapa hari ini dia tidak kuliah, dengan ringan dia menjawab, "sebenarnya dari awal saya tidak punya niat untuk kuliah Miss, tapi mamak yang maksa dan bujuk2 supaya saya mau kuliah. bulan 12 ini saya akan tunangan Miss dan bulan 2 saya akan menikah. Untuk apa sih Miss saya kuliah, kalau ternyata hati saya tidak disana, yang ada saya hanya menghabiskan uang orang tua aja miss, untuk apa juga saya menuruti dan membuat ibu bahagia, kalau saya yang harus tersiksa.

Mendengar jawaban ringannya itu hati saya terasa sangat sakit dan teriris. saya selaku dosen atau bisa disebut orang tuanya disekolah yang tidak melahirkan dia saja begitu kecewa dengan apa yang dia ucapkan, bagaimana dengan ibu kandungnya yang mendengar ucapan dan jawaban dia itu.. Subhanallah.. Mengapa Tegah seorang anak mengatakan Tersiksa saat harus Membahagiakan Orang Tuanya..

Apakah kita tidak menyadari, betapa besar jasa dan pengorbanan yang telah orang tua kita lakukan untuk kita. apakah kita pernah mendengar orang tua kita mengaku mengeluh dan tersiksa saat harus membanting tulang membesarkan kita... sebegitu teganya kita mengatakan hal itu.. sementara orang tua kita membesarkan kita dengan kumpulan darah dan air mata...

Astaghfirullah.. apa yang salah denganmu nak... apa salah orang tuamu yang terlalu menyayangimu dan memenuhi semua keinginanmu hingga tak tau engkau membalas budi atas kebaikannya.. ataukah kasih sayangnya telah melenakanmu.. hingga kamu menjadi anak yang kasar dan keras hati.. Sadar Nak..

Selasa, 24 Juni 2014

MEMULAI MIMPI DARI BANGKU KULIAH



Assalamualaikum sahabat.... apa kabarnya hari ini? setelah sekian lama tidak memposting kabar baru, sekarang yuk kita mulai bicara tentang impian,,,, kalau saya berbicara tentang impian, apa yang ada dibenak kamu,,, mobil, rumah mewah, perusahaan sendiri.. atau apa nih???

Yupp... pastinya kita punya banyak impian ya sob... tapi pernahkah kamu menuliskan impian-impianmu itu diatas sebuah kertas? kalau belum, ayo coba,, mari tulis semua impian-impianmu diatas kertas, kemudian lihat beberapa bulan kemudian.. apakah mimpimu itu ada yang terealisasi atau tidak...

Sobat percaya, kalau apa yang kita tulis itu kemudian akan menjadi perintah dialam bawah sadar kita bahwa kita harus meraihnya, sehingga entah disengaja atau tidak, langkah dan sikap kita akan berusaha untuk menggapai mimpi-mimpi itu... ayo sobat... tuliskan impianmu, dan lihat bagaimana hasilnya beberapa bulan kedepan..

Jangan berhenti dan Takut untuk bermimpi ya Sob...

Kamis, 04 Juli 2013

Selamat Menyambut Ramadhan

Assalamualaikum wr.wb
apa kabar sahabat? subhanallah alhamdulillah walailahaillallah wallahuakbar... hari ini 5 Juli 2013 saya berada di PT. Pertamina dalam rangka melaksanakan KKU atau magang... Hari ini adalah Hari-Hari menjelang Ramadhan... Bulan Ramadhan tinggal 5 hari lagi... sesungguhnya bulan ramadhan adalah sebaik-baik bulan diantara bulan yang lain... sehingga nanti siang sehabis shalat jum'at kami akan makan bersama atau yang sering dikatakan punggahan di ruang serbaguna pertamina... ini merupakan kebiasaan yang sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia.
 Sebelum pergi untuk punggahan para karyawan pria melaksanakan shalat jum'at terlebih dahulu.. sedangkan kami yang wanita tetap berada di dalam ruangan dan karena ruangan kami berada di dekat mesjid maka kami mendengar apa yang al--ustad ceramahkan disaat khutbah jum'at. saat itu judul ceramah ustad adalah tentang bulan ramadhan... subhanallah ceramah ustad begitu menyentuh di hati... keutamaan-keutamaan yang allah berikan diwaktu ramadhan harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.. allah pasti tidak akan memberikan rahmadnya jika kita hanya berada di depan televisi saat ramadhan... sehingga kita harus meningkatkan kualitas ibadah kita disaat ramadhan...

sedangkan beberapa dari kami para wanita banyak membahas apa yang akan dilakukan disaat ramadhan... kami bersama-sama mengevaluasi diri apa yang telah kami lakukan sebelum bulan-bulan ramadhan ini... dan kami bersama menyatukan niat agar pada bulan ramadhan ini kami dapat berusaha untuk menjadi yang lebih baik,, lebih baik dalam hal perkataan, lebih baik dalam hal perbuatan, lebih baik dalam hal sopan santun, dan lebih baik dalam apapun semoga selepas ramadhan ini kita dapat menjadi pribadi yang mulia.. karena jika kita jadikan bulan ramadhan sebagai madrasah dan ladang amal insya allah selepas ramadhan kita akan mendapatkan apa yang telah kita tanam selama di bulan ramadhan... 

Fastabiqul Khairat... Selamat Menyambut Bulan Ramadhan... Afwan apabila selama ini saya pernah melakukan kesalahan dalam hal perbuatan dan perkataan.. semoga selepas ramadhan kita akan menjadi yang lebih baik... dan semoga allah panjangkan umur kita untuk menyambut bulan ramadhan ini.. Amin....